Skip to content

infrastruktur dibangun @indy … 111112

November 11, 2012

Pembangunan Infrastruktur Pertambangan Batubara Jalan Terus
Sabtu, 10 November 2012 | 20:46

BALIKPAPAN – Sejumlah proyek infrastruktur untuk menunjang pertambangan batu bara telah direncanakan dan segera dibangun di Sumatera serta Kalimantan, meski harga ekspor batu bara per ton saat ini sedang berada pada level terendah.

“Selain untuk mempertahankan produksi kita yang mencapai 600 ribu ton per tahun, kita tidak berpikir untuk saat ini saja, tapi setidaknya hingga 2025,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Supriatna Suhala dihubungi dari Balikpapan, Sabtu.

Sebelumnya, Suhala adalah pembicara dalam seminar pertambangan di ajang Balikpapan Energy Expo di Gedung Pertemuan dan Olahraga (Dome), Balikpapan, 7-9 November.

Pembangunan infrastruktur tersebut terutama untuk moda transportasi, yaitu kereta api untuk angkutan batubara. Dampaknya adalah membuka isolasi wilayah, memudahkan arus orang, barang, dan jasa, dan membawa kemajuan.

Dengan pola pikir itu, akan dibangun jalan kereta api dan pendukungnya di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sumater Barat, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Suhala memaparkan, di Kalimantan dengan berbagai macam skema kerja sama, rel kereta akan dibangun membentang dari Puruk Cahu, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, di mana sungai terlebar di Indonesia, Sungai Barito berhulu, hingga Bangkuang, dan terus hingga Batayang di pantai selatan Kalimantan Tengah di Kabupaten Kapuas.

Proyek bernilai 3,2 miliar dolar AS itu akan menghubungkan lima kabupaten sekaligus, yaitu Kabupaten Barito Utara, Murung Raya, Barito Selatan, Barito Timur, dan Kabupaten Kapuas sepanjang lebih dari 385 km.

Saat ini, kelima kabupaten itu justru lebih banyak melewati Kalimantan Selatan yang jaringan jalannya lebih baik dan lebih maju untuk transportasi orang dan barang.

“Batu baranya lewat Sungai Barito, yang kalau musim kemarau tidak bisa dilayari hingga ke hulu sehingga jalur kereta api itu memang bukan sekedar alternatif,” kata Suhala.

Selain untuk mengangkut batubara, kereta api juga akan digunakan untuk mengangkut kelapa sawit. Perusahaan-perusahaan perkebunan dan pertambangan yang akan merasakan langsung manfaatnya adalah PT Billiton Indonesia/BHP Indonet Coal, PT Indika Indonesia Energy, dan PT Asmin Coalindo Tuhup.

Di Kalimantan Timur, investor dari Rusia akan membangun rel kereta sepanjang 183 km ke barat laut ke Kutai Barat pada tahap pertama, dan sejauh 60 km lagi untuk mencapai Murung Raya pada tahap kedua. Nilai proyek ini 2,4 miliar dolar AS.

Juga masih akan terus dibangun pelabuhan-pelabuhan batubara (coal terminal) dan fasilitas pengolahan (blending) si emas hitam.

Proyek-proyek ini bagian dari Master Plan Percepatan Perkembangan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Sebab itu, menurut Suhala, kelangsungan dijamin oleh PT Penjamin Infrastruktur Indonesia.

Di Sumatera, sebagai pelengkap pelabuhan akan dibangun pelabuhan batubara dan fasilitas blending di Lampung dan Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. Kereta api akan digunakan untuk hauling batubara di Sumatera Selatan dan Jambi.

PT Kereta Api Indonesia, misalnya, akan mengembangkan jalur tunggal yang selama ini dipakai PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk menjadi dua jalur dari Sumatera Selatan ke Lampung ke Tarakan Coal Terminal. Proyek ini akan selesai tahun 2015 dan menelan invesasi sebesar 1,8 miliar dolar AS.

“Dengan double track itu, Bukit Asam akan mampu mengangkut hingga 26 juta ton per tahun atau lebih dari 2 kali lipat dari kapasitas sekarang yang 11 ribu ton per tahun,” tutur Suhala.

Ada pula proyek jalan kereta baru yang akan dibangun PT Transpacific Railway, perusahaan patungan antara PT Rajawali Corporation milik taipan Peter Sondakh, dengan China Railway Engineering Co dan PT Bukit Asam Tbk. (tk/ant)

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: