Skip to content

harga batubara @$80 … 251112

November 25, 2012

Inilah Prediksi Batu Bara JP Morgan Untuk 2013

Oleh: Th. Asteria
pasarmodal – Minggu, 25 November 2012 | 09:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Rendahnya permintaan batu bara dari China, membuat ekspor komoditas ini cenderung melemah pada 2013. Harga batu bara pun terkoreksi. Lalu, apa saham pilihan yang masih menarik?

JP Morgan mengaku masih menyukai saham PT TB Bukit Asam (PTBA) karena memiliki pertumbuhan 2013 sebesar 26%. “Kami menilai overweight PTBA,”ujar Ahli strategi JP Morgan Adrian Mowat dalam riset terbarunya.

Di lain pihak, saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) di-downgrade dari overweight ke netral serta target harga Desember 2013 diturunkan menjadi Rp40.000. “Hal ini karena rendahnya nilai jual rata-rata (ASP), rendahnya bauran produk dan penurunan laba sebesar 44%,”katanya.

Terkait sektor batu bara Indonesia, JP Morgan menilai, ekspor batu bara Indonesia akan cenderung turun pada 2013, karena permintaan eksternal masih lemah.

Berdasarkan berita dari perusahaan batu bara dan pedagang batu bara, terindikasi bahwa penambang kecil di Indonesia menutup operasi, karena tambang mereka berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dalam hal biaya. Padahal, para penambang kecil ini secara historis telah berkontribusi 40-45% terhadap produksi batu bara Indonesia.

“Kami percaya produksi penambang kecil bisa turun 10% pada 2012 dan melanjutkan koreksi hingga 20% pada 2013. Volume pada produsen utama bisa tumbuh 13,5% dari 213mm ton ke ton 242MM; meskipun ada potensi penurunan pada harga spot batu bara saat ini,”ucapnya.

Tutupnya tambang kecil di Indonesia bisa menyebabkan produksi menurun dari 371MM ton pada 2011 menjadi 364mm ton pada 2012 dan 363MM pada 2013.“Kami memperkirakan produksi penambang kecil turun dari 168 MM ton pada 2011 menjadi 151/121 MM ton pada 2012/13,”katanya.

Sementara itu, mengingat naiknya permintaan dalam negeri untuk pembangkit listrik, JP Morgan memperkirakan ekspor batu bara dari Indonesia akan jatuh dari 312 MM ton pada 2011 menjadi 292MM/288MM ton pada 2012/13.

Adrian Mowat memperkirakan, perekonomian China masih lemah sampai akhir semester pertama 2013, karena kelebihan kapasitas di pasar properti China dan lemahnya permintaan. Aktivitas industri dan pembangkit listrik masih berlanjut meski lambat. “Akibatnya, permintaan batu bara thermal akan tetap lemah,”tuturnya.

Sedangkan menurut kepala pertambangan kawasan JP Morgan Daniel Kang, persediaan pada pembangkit listrik China kembali mencapai puncaknya, yakni 31 hari ketimbang level sebelumnya sebesar 16 hari.

“Tingkat persediaan yang tinggi telah menyebabkan harga batu bara turun dari US$ 90/ton menjadi US $ 80/ton saat ini,”katanya.

Meskipun rendahnya produksi batu bara Indonesia bisa memicu kenaikan harga secara internasional, yang bisa rebound dari level saat ini di US$ 80/ton, Mowat tetap pesimistis. “Kami tidak bullish karena permintaan batu bara belum pulih,”ujarnya. [ast]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: