Skip to content

indy @$99.8Jt … seh : 241212

Desember 24, 2012

Pendapatan Indika Energy Capai US$542,5 Juta

Oleh: Wahid Ma’ruf
pasarmodal – Senin, 24 Desember 2012 | 11:35 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Pada kuartal ketiga 2012, PT Indika Enerty Tbk (INDY) meraih pendapatan mencapai US$542,5 juta dari Rp405,9 juta pada periode yang sama 2011.

Pendapatan tersebut disumbang dari pendapatan kontrak dan jasa mencapai US$532,5 juta dari US$372,6 juta. Sedangkan pendapatan dari penjualan batu bara mencapai US$10,07 juta atau turun dari US$33,2 juta pada kuartal ketiga 2011. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Jumat (21/12/2012).

Peningkatan beban pokok kontrak dan penjualan juga dialami emiten bidang perdagangan, pembangunan, pertambangan, pengangkutan dan jasa ini, menjadi US$399,9 juta dari US$323,9 juta.

Untuk beban pokok kontrak dan jasa mencapai US$390,4 juta dari US$291,5 juta. Sedangkan untuk beban pokok penjualan batu bara mencapai turun menjadi US$9,4 juta dari US$32,4 juta.

Dengan demikian laba kotor mencapai US$142,6 juta dari US$82 juta. Untuk laba sebelum pajak sebesar US$194 juta dari US$99,8 juta. Jadi laba bersih mencapai US$99,8 juta dari US$85,1 juta.

Sementara jumlah aset perseroan per kuatal ketiga 2012 mencapai US$2,3 miliar dari US$2,01 miliar per 31 Desember 2011.

Saham INDY pada perdagangan Jumat (21/12/2012) melemah Rp50 ke Rp1.440 dengan volume 9.888 saham. Sepanjang bulan Desember, saham INDY tertinggi berada di Rp1.540 yang terjadi pada perdagangan tanggal 18 Desember 2012. Untuk level terendah berada di level Rp1.350 pada penutupan 4 Desember 2012.

Kontrak Batu bara INDY Capai 77%

Oleh: Agustina Melani
pasarmodal – Kamis, 14 Juni 2012 | 16:19 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui anak usaha Kideco mencatatkan kontrak batu bara mencapai 77% dan sisa 23% untuk pasar spot dari target produksi batu bara mencapai 33-34 juta ton 2012.

“Batu bara di Kideco sudah mempunyai kontrak sebesar 77%, dan sisa 23% untuk pasar spot,” tutur Wakil Direktur Utama PT Indika Energy Tbk Whisnu Wardhana, saat paparan publik perseroan, Kamis (14/6/2012).

Wishnu menambahkan, harga rata-rata batu bara diperkirakan sebesar US$67-US$68. Hingga kuartal pertama 2012, harga rata-rata batu bara perseroan mencapai US$75. Produksi batu bara dari Kideco diperkirakan 33-34 juta ton, Santan sebesar 2,3 juta ton, dan PT Multi Tambangjaya Utama sebesar 300 ribu ton.

Untuk mengembangkan usaha, perseroan menganggarkan dana belanja modal senilai senilai US$256 juta pada 2012. Dana belanja modal untuk pembelian alat berat PT Petrosea Tbk dan PT Mitra Bahtera Segarasejati.

Hingga kuartal pertama 2012, perseroan telah realisasikan belanja modal senilai US$71,5 juta. “Belanja modal itu belum termasuk potensi belanja modal yang akan dilakukan untuk aset yang diakuisisi pada kuartal pertama 2012,” tambah Hwon.

Lebih lanjut Whisnu mengatakan, industri batu bara mengalami perubahan dalam 1 tahun terakhir. Hal itu dikarenakan beberapa hal, pertama, ada penemuan inovasi teknologi di Amerika Serikat yaitu inovasi cell gas sehingga mendorong perubahan dari batu bara ke gas.

Kedua, ada perlambatan ekonomi melambat di AS dan Eropa, serta pertumbuhan Cina melambat juga mempengaruhi batu bara. Ketiga, ada penyesuaian situasi politik di India sehingga turut mempengaruhi batubara. [ast]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: