Skip to content

kredit @ batubara INDy … 170713

Juli 17, 2013

Bank menjauhi sektor SDA

Oleh Emma Ratna Fury –┬áRabu, 17 Juli 2013 | 06:00 WIB
kontan

JAKARTA. Masih lemahnya pertumbuhan ekonomi global berdampak besar pada bisnis perusahaan sumber daya alam (SDA). Hal ini juga berdampak pada penurunan permintaan kredit, sehingga bank harus menyalurkan kredit korporasi pada sektor lain.

Country Head of Institutional Banking Bank ANZ Indonesia Sity Leo Samudera mengatakan, saat ini, menyalurkan kredit ke sumber daya alam belum tepat. Sektor ini memiliki risiko gagal bayar, karena harga komoditas terus menurun akibat pasokan banyak sementara permintaan masih lesu.

Mengantisipasi pelemahan kredit korporasi, Bank ANZ Indonesia mengalihkan fokus pada korporasi sektor consumer good, infrastruktur dan pertanian. “Sumber daya alam memang fokus kami, tetapi karena masih berisiko porsinya kita kurangi dulu,” ujarnya, Senin (15/7).

Tahun lalu, ANZ berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 19 triliun. Sebesar Rp 13,8 triliun ke kredit korporasi dan sisanya kredit ritel. Hingga semester I-2013, penyaluran kredit korporasi mencapai R
p 15,5 triliun.

Presiden Direktur Bank Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja, mengatakan permintaan kredit korporasi akan tumbuh normal, meski regulator menaikkan BI rate. Hitungan dia, daya beli masyakarat masih tinggi, sehingga perusahaan masih memiliki pasar besar. “Korporasi yang memenuhi kebutuhan dalam negeri pasti akan tetap tumbuh normal di tengah gejolak ini,” ujarnya.

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: