Skip to content

tingkat harga BATUBARA … 181213

Desember 18, 2013

Saham Sektor Energi Wajib Dilirik Tahun Depan
Rabu, 18 Desember 2013 17:23 wibSilvia Ramadhani – Okezone

JAKARTA – Asia Finance Network menilai saham-saham energi dan lapis kedua menjadi saham-saham yang paling baik untuk dipilih investor di 2014 nanti. Saham-saham tersebut diperkirakan menjadi saham yang juga akan mendorong laju pasar modal.

Head of Research Asia Finance Network Rowena Suryobroto, menyatakan saham-saham energi sudah perlu dikoleksi dengan holding period jangka menengah panjang karena, selama tiga tahun ini sudah terdiskon lebih dari 50 persen dan telah berada di bawah harga wajarnya.

“Penurunan lebih dari 50 persen dalam tiga tahun ini sebenarnya sudah memasukkan faktor-faktor tekanan harga komoditi serta berbagai kebijakan dalam negeri dan luar negeri, sementara aset tambang yang dimiliki perusahaan-perusahaan ini tetap bernilai tinggi,” kata dia dalam Seminar Economy Market Outlook 2014, Hotel Atlet Century, Senayan, Rabu (18/12/2013).

Menurutnya, perbaikan harga komoditi serta strategi yang diambil oleh perusahaan-perusahaan ini juga akan menjadi nilai tambah bagi investor. Rowena menambahkan, permintaan energi meningkat di negara-negara seperti India dan China.

Selain itu, bertambahnya kebutuhan batubara untuk penyediaan listrik nasional di 2014, hal ini lantaran PLN telah memperkirakan kebutuhan batu bara tumbuh 15,83 persen menjadi 78,6 juta ton juga akan menjadi faktor penggerak sektor ini melaju dengan kecepatan pertumbuhan produksi yang lebih tinggi. “Perusahaan energi atau pertambangan akan bangkit dan tumbuh,” tandasnya.

Adapun saham-saham yang di ekspektasi akan reli di pasar saham adalah saham-saham lapis kedua dan ketiga, dimana mereka akan mengambil peranan yang lebih besar ke depannya.

Dalam tiga tahun ke belakang, indeks pertumbuhan saham-saham LQ45 telah menjadi semakin terbatas dimana dalam tiga tahun terakhir hanya tumbuh 8 persen, bahkan di 2013 indeks harga LQ45 minus 2,9 persen.

“Secara fundamental, banyak saham-saham lapis kedua dan ketiga sebenarnya baik namun belum terekspos secara optimal kepada sebagian besar investor,” pungkasnya. ()
Permintaan mendongkrak harga batubara
Oleh Agus Triyono, Febrina Ratna Iskana – Sabtu, 09 November 2013 | 11:09 WIB

kontan

JAKARTA. Harga batubara kembali menghangat di akhir pekan ini. Optimisme pasar terhadap proyeksi cadangan batubara di China yang menurun, kembali mendongkrak permintaan batubara dari negara tersebut.
Harga batubara untuk kontrak pengiriman Desember 2013 di ICE Futures, Kamis (7/11), naik 0,75% menjadi US$ 85,75 per ton dibandingkan harga sehari sebelumnya. Dalam sebulan, harga batubara telah menguat 3,13%.
Laporan terbaru dari Morgan Stanley menyebutkan, permintaan batubara dari China dalam waktu dekat ini akan kembali melonjak tajam. Prediksi ini dibuat berdasarkan perhitungan atas tingkat persediaan batubara China yang saat ini sudah berkurang 25% dari biasanya. Selain itu, permintaan batubara dari China juga diprediksi akan bertambah seiring datangnya musim dingin.
Guntur Tri Hariyanto, analis Pefindo memperkirakan, penguatan harga batubara selama tiga hari terakhir, kemungkinan besar akan terus berlanjut. Ini karena batubara masih mendapatkan banyak sentiment positif seperti, prospek pemulihan ekonomi China yang positif serta datangnya musim dingin.
Juni Sutikno, analis Philips Futures menambahkan, permintaan batubara masih cukup bagus karena sampai saat ini, batubara masih menjadi sumber energi utama yang punya nilai jual tinggi. Juni memprediksi, harga batubara sampai akhir tahun masih bagus dan tidak akan berada di bawah US$ 80 per ton. Apalagi, bila ekonomi China, Jepang dan negara-negara di Eropa terus membaik, itu bisa menjamin harga batubara mencapai US$ 90 per ton pada awal tahun 2014.
Melindungi harga
Dari sisi negara penghasil batubara seperti Australia dan Indonesia, Juni mengatakan, akan ada upaya dari pemerintah setempat untuk melindungi harga batubara. Australia, semisal, akan mengurangi produktivitas batubara dan hanya mengambil jenis batubara yang mengandung kalori tinggi. Indonesia akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada produksi lokal dengan cara mempertahankan jumlah ekspor agar harga terjaga.
Secara teknikal, Juni mengatakan, harga batubara masih stabil. Stochastic sudah memasuki area oversold dan ada di level 61,8%. Relative strength index (RSI) masih memanjang stabil di level 40-49. Moving average convergence divergence (MACD) berada di – 0,1. Meski sudah ada di level negatif tapi MACD masih mencari arah sehingga posisinya netral. Sedangkan, harga masih di atas moving average (200), menunjukkan peluang penguatan.
Juni memprediksi, harga batubara pada pekan depan akan ada di kisaran US$ 82,76 -US$ 90,88 per ton. Proyeksi Guntur, sampai akhir tahun, harga batubara bisa menguat ke level US$ 90 per ton. Untuk sepekan ke depan, Guntur memperkirakan, harga batubara akan menguat di kisaran US$ 86- US$ 87 per ton .

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: