Skip to content

tuntaskan tas tas tas …

November 25, 2015

JAKARTA  PT Indika Energy Tbk (INDY) [145 7 (+5,1%)] melalui anak usahanya, Indo Energy Finance BV, akan melaksanakan penawaran tender (tender offer) sebagian surat utang (senior notes) senilai US$ 100 juta dari jumlah pokok US$ 300 juta.

Senior notes yang dibeli kembali adalah notes 2011 dengan bunga 7% yang akan jatuh tempo pada 2018,” ungkap Sekretaris Perusahaan Indika Dian Paramita dalam keterangan resmi, Selasa (24/11).

Indo Energy yang merupakan anak usaha Indika di Belanda sudah sepakat untuk membeli kembali senior notes tersebut dari pemegang obligasi pada Senin (23/11). Adapun Indika akan menjadi penjamin pelaksanaan transaksi itu.

“Pelaksanaan tender offer diajukan kepada pemegang notes 2018 tersebut dan dimulai sejak 23 November dan diakhiri pada 21 Desember 2015 pukul 18.00 waktu negara bagian New York, Amerika Serikat,” papar Dian.

Namun, ada kemungkinan tender offer diperpanjang sesuai ketentuan. Transaksi akan dilakukan dalam mata uang dolar AS dengan harga penawaran minimum US$ 600 per US$ 1.000 jumlah pokok notes 2018. Sementara itu, harga penawaran maksimum sebesar US$ 650 per US$ 1.000 jumlah pokok notes 2018.

Tender offer dilakukan berdasarkan prosedur dutch action, maka perseroan bisa mengurangi atau menambah jumlah penawaran,” imbuh dia.

Dian menambahkan, pelaksanaan transaksi ini dilakukan untuk mengurangi jumlah utang perseroan secara keseluruhan. Selain itu, tender offer akan memberikan likuiditas kepada pemegang notes 2018.

Sementara itu, Indika akan memiliki 25% proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 1×1.000 megawatt (MW) di Cirebon, Jawa Barat. Nilai investasi proyek tersebut mencapai US$ 2 miliar.

Indika tergabung dalam konsorsium PT Cirebon Energi Prasarana, perusahaan yang akan menggarap pembangkit listrik mandiri atau independent power producer (IPP) tersebut.

Selain Indika, sejumlah perusahaan asing juga ikut dalam konsorsium, yaitu Marubeni Corporation sebesar 35%, Samtan Co Ltd 20%, Korea Midland Power Co Ltd 10%, dan Chubu Electric Power Co Inc 10%.

Konsorsium tersebut telah menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

http://id.beritasatu.com/home/indika-energy-tender-offer-surat-utang-us-100-juta/133465

Sumber : INVESTOR DAILY

18 Jun 2009
INDY Tuntaskan Akuisisi PTRO Akhir Juni
JAKARTA. Pemegang saham PT Indika Energy Tbk (INDY) akhirnya merestui akuisisi 81,95% saham PT Petrosea Tbk (PTRO). Total nilai akuisisi 82 juta saham itu sekitar US$ 83 juta.

Perusahaan tambang itu berniat menuntaskan seluruh proses akuisisi pada 30 Juni 2009. Setelahnya, INDY akan menggelar penawaran tender (tender offer) 18,05% saham Petrosea. Para pemegang saham INDY juga sudah menyetujui rencana tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung kemarin.

Dengan memiliki PTRO, Indika yakin kinerjanya akan meningkat tahun ini. Cuma seberapa besar kenaikannya, masih belum jelas.

Direktur Keuangan INDY Aziz Arman mengaku masih menghitung bersama konsultan hukum dan keuangan independen dari kedua belah pihak. “Tentu saja seluruh pendapatan Petrosea akan masuk Indika,” ujar Aziz, kemarin. Tapi, belum jelas mulai kapan seluruh pendapatan PTRO itu masuk ke Indika.

Selama tiga bulan pertama 2009, pendapatan PTRO sebesar US$ 30 juta. Jika nilai pendapatan itu stabil pada setiap kuartal, berarti tahun ini PTRO akan meraup pendapatan US$ 120 juta. Jika konsolidasi pendapatan dari pertengahan tahun, berarti pendapatan PTRO yang masuk ke kantong INDY US$ 60 juta.

INDY sendiri menargetkan pendapatan hingga US$ 180 juta. Dengan pasokan minimal US$ 60 juta dari PTRO, pendapatan INDY akan bertambah 25% jadi US$ 240 miliar, naik 11,6% daripada pendapatan tahun lalu.
Kocek INDY bahkan bisa lebih tebal kalau hitungan itu juga memasukkan potensi pendapatan dari kontrak

baru. Sampai April 2009, PTRO telah meraih kontrak US$ 705 juta dari tiga perusahaan tambang batubara.
Usai akuisisi Petrosea rampung, INDY berambisi mencaplok perusahaan tambang batubara lagi. Namun, INDY masih enggan menyebutkan perusahaan yang jadi target akuisisi selanjutnya.

Direktur Utama INDY Arsjad Rasjid hanya memberi gambaran, INDY akan membeli perusahaan tambang batubara di Kalimantan. “Batubara di sana terkenal bermutu bagus,” ujarnya.

Ade Jun Firdaus KONTAN

Sumber : KONTAN.CO.ID
Uji Tuntas Akuisisi Petrosea Sudah Kelar
Tuesday, 07 April 2009 at 00:21
KONTAN-Online;Selasa, 7 April 2009 | 10:27M

KONTAN/Achmad Fauzie
Nilai akuisisi tetap sesuai taksiran awal,
yakni sekitar US$ 83,8 juta.
JAKARTA. Selangkah lagi, PT Indika Energy Tbk (INDY) bakal menguasai 81,95% saham kontraktor dan penambang batubara PT Petrosea Tbk (PTRO). Kemarin, perusahaan milik Agus Lasmono, anak konglomerat Sudwikatmono, itu sudah menerima hasil uji tuntas (due dilligence) dari tim penilai Petrosea.

Dari hasil due dillegence tersebut, nilai akuisisi 81,95% saham PTRO kemungkinan tak akan berubah. Nilai akuisisi tetap sesuai taksiran awal yakni seharga US$ 83,8 juta. “Kami secepat mungkin akan menuntaskan akuisisi ini,” kata Kepala Hubungan Investor Indika Energy Retina Rosabai kepada KONTAN, kemarin (6/4).

Indika mengakuisisi saham Petrosea dari Clough International Singapore, perusahaan konstruksi yang mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Australia. INDY akan memboyong 82,5 juta saham atau setara 81,95% total saham PTRO. Dengan nilai akuisisi US$ 83,8 juta, berarti harga akuisisi PTRO itu Rp 11.681 per saham (dengan kurs Rp 11.500 per dolar AS).

Retina menambahkan, setelah menerima hasil due dilligence, Indika akan melakukan penandatanganan akta jual beli. Rencananya, Rabu (8/4) besok, Indika akan meneken akta jual beli dengan Clough International Singapore.

Pada saat itulah, Indika akan mengumumkan secara pasti nilai akuisisi saham Petrosea. “Tapi, seharusnya memang tidak mengalami perubahan,” kata Retina.

Jika semua beres, INDY mungkin akan melakukan tender offer saham PTRO. Jika merujuk aturan, paling tidak Juni atau Juli 2009, INDY menggelar tender offer. “Tapi itu nanti, sekarang kami masih berkonsentrasi menyelesaikan akuisisi,” kata Retina.

Rencana akuisisi saham PTRO ini sempat menimbulkan kehebohan di pasar modal karena saham kedua emiten itu tiba-tiba melompat drastis. Malah Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat mensinyalir adanya insider trading di balik akuisisi tersebut.

Kelar membeli Petrosea ini, Indika masih berminat membeli lagi perusahaan tambang batubara lain.

Yuwono Triatmodjo KONTAN
INDY Tuntaskan Akuisisi PTRO Akhir Juni

On: 2009-06-18 09:29:42
Pemegang saham PT Indika Energy Tbk (INDY) akhirnya merestui akuisisi 81,95% saham PT Petrosea Tbk (PTRO). Total nilai akuisisi 82 juta saham itu sekitar US$ 83 juta.Perusahaan tambang itu berniat menuntaskan seluruh proses akuisisi pada 30 Juni 2009. Setelahnya, INDY akan menggelar penawaran tender (tender offer) 18,05% saham Petrosea. Para pemegang saham INDY juga sudah menyetujui rencana tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung kemarin.

Dengan memiliki PTRO, Indika yakin kinerjanya akan meningkat tahun ini. Cuma seberapa besar kenaikannya, masih belum jelas.

Direktur Keuangan INDY Aziz Arman mengaku masih menghitung bersama konsultan hukum dan keuangan independen dari kedua belah pihak. “Tentu saja seluruh pendapatan Petrosea akan masuk Indika,” ujar Aziz, kemarin. Tapi, belum jelas mulai kapan seluruh pendapatan PTRO itu masuk ke Indika.

Selama tiga bulan pertama 2009, pendapatan PTRO sebesar US$ 30 juta. Jika nilai pendapatan itu stabil pada setiap kuartal, berarti tahun ini PTRO akan meraup pendapatan US$ 120 juta. Jika konsolidasi pendapatan dari pertengahan tahun, berarti pendapatan PTRO yang masuk ke kantong INDY US$ 60 juta.

INDY sendiri menargetkan pendapatan hingga US$ 180 juta. Dengan pasokan minimal US$ 60 juta dari PTRO, pendapatan INDY akan bertambah 25% jadi US$ 240 miliar, naik 11,6% daripada pendapatan tahun lalu.
Kocek INDY bahkan bisa lebih tebal kalau hitungan itu juga memasukkan potensi pendapatan dari kontrak

baru. Sampai April 2009, PTRO telah meraih kontrak US$ 705 juta dari tiga perusahaan tambang batubara.
Usai akuisisi Petrosea rampung, INDY berambisi mencaplok perusahaan tambang batubara lagi. Namun, INDY masih enggan menyebutkan perusahaan yang jadi target akuisisi selanjutnya.

Direktur Utama INDY Arsjad Rasjid hanya memberi gambaran, INDY akan membeli perusahaan tambang batubara di Kalimantan. “Batubara di sana terkenal bermutu bagus,” ujarnya.

Sumber : kontan online

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: