Skip to content

gw GAIN k0k @ harga saham INDy : 050913_250816

Agustus 25, 2016
long jump icon

 

per tgl 25 Agustus 2016, tren 1-2 taon HARGA SAHAM INDY makin menjanjikan:

+43% sejak 2015, +550% sejak 2016 @ tren harga saham INDY

Bisnis.com, JAKARTA—Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih ambrol 1,05% selama sepekan ini. Tetapi, jajaran 10 saham berikut justru meroket menjadi top gainers termasuk PT Indika Energy Tbk. (INDY).

Dari data Bloomberg, Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir pekan ditutup berbalik menguat 0,16% sebesar 7,66 poin ke level 4.711,87. Meski sempat melemah di awal perdagangan, IHSG mulai berbalik menguat pada sesi I transaksi Jumat (20/5/2016).

Sektor consumer goods mencoba melawan pelemahan dengan kenaikkan 0,61%, terutama disokong oleh HMSP dan GGRM. Kedua saham emiten rokok itu bahkan menjadi top leaderskemarin.

Investor asing akhirnya memborong saham dengan mencatatkan net buy Rp114,89 miliar setelah terus melego saham dalam beberapa hari terakhir. Namun, pekan ini investor asing membukukan net sell Rp402,86 miliar dengan pembelian Rp15,28 triliun.

Dalam sepekan, IHSG harus menyerah 1,05% sebesar 49,84 poin dalam sepekan dari 4.761,71. Aksi net buy akhir pekan membuat catatan aksi beli bersih investor asing sepanjang tahun berjalan kian menebal menjadi Rp2,05 triliun.

Mayoritas lantai bursa saham di kawasan regional Asia Pasifik berakhir di zona hijau. Sepanjang tahun berjalan, hanya tiga bursa Asia Pasifik yang menghijau, di antaranya Thailand (7,60%), Indonesia (2,59%), dan Australia (1,05%).

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan investor asing di lantai bursa masih kebingungan untuk melego atau memborong saham. Tekanan aksi jual oleh investor asing menjelang bulan puasa dinilai telah rampung.

Perdagangan Jumat (20/5/2016), saham BBRI dan ASII juga turut naik. Tetapi, saham BMRI dan UNTR terjatuh menjadi pemberat IHSG akhir pekan. Pelaku pasar dinilai tengah mengakumulasi posisi di lantai bursa.

“Pelaku pasar sedang menunggu tenaga yang baru, pasar modal biasanya sebulan sebelum puasa itu terjadi pelepasan portofolio oleh investor asing,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Jumat (20/5/2016).

Dia menegaskan, pelemahan IHSG selama sepekan tidak dipengaruhi oleh data-data ekonomi domestik. Pelaku pasar hanya menghawatirkan efektivitas paket-paket kebijakan ekonomi yang dirilis pemerintah, terutama pada sisi implementasi.

Akhir pekan, volume rerata harian mencapai 5,07 miliar lembar dengan nilai Rp5,72 triliun. Kapitalisasi pasar saham Bursa Efek Indonesia mencapai Rp5.002 triliun dengan rerata frekuensi harian mencapai 242.362 kali.

Berikut 10 saham top gainers sepekan 16-20 Mei 2016:

Ticker Emiten Harga (Rp) Perubahan (%)
CNKO PT Eksploitasi Energi Indonesia Tbk. 92 +48.39
CEKA PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. 1.215 +44,64
SMRU PT SMR Utama Tbk. 218 +28,24
INDY PT Indika Energy Tbk. 650 +23,81
AKKU PT Alam Karya Unggul Tbk. 178 +22,76
DAJK PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk. 95 +20,25
SSTM PT Sunson Textile Manufacturer Tbk. 135 +19,47
ASRM PT Asuransi Ramayana Tbk. 3.600 +17,65
AMAG PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk. 410 +16,48
PLIN PT Plaza Indonesia Realty Tbk. 3.880 +16,17

Sumber: PT Bursa Efek Indonesia, diolah.

Emoticons0051

marketwatch:

Mining and resource plays are among those that did well in the first quarter, but had a rocky 2015. MarketWatch’s Carla Mozee covered the dramatic improvement of U.K.-listed mining stocks during February, as iron prices rose and China’s National Development and Reform Commission planned to spend 400 million yuan on infrastructure projects.

“Chinese demand for metals has been better than expected this year, and recent supply constraints in mining have helped as well,” Jefferies analyst Christopher LaFemina said in a note to clients on Wednesday. He also said most stocks in the metals and mining space were “fully valued.”

bird

Jakarta —  Otoritas Bursa Efek Indonesia melakukan pencabutan penghentian sementara perdagangan (unsuspend) saham PT Indika Energy Tbk (INDY).

tren harga indy 2016 post susp @311

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy, dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Jumat (1/4), mengatakan bursa memutuskan untuk melakukan pencabutan penghentian sementara perdagangan efek INDY di seluruh pasar baik reguler maupun tunai.

“Pembukaan mulai sesi I perdagangan hari ini, dengan demikian sejak sesi tersebut efek perseroan dapat dilakukan di seluruh pasar,” katanya.

http://www.imq21.com/news/read/356043/20160401/090002/Saham-INDY-Kembali-Diperdagangkan.html
Sumber : IMQ21.COM

doraemon

JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) pada Rabu (23/3/2016).

Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI, Eko Siswanto menyampaikan hal tersebut dilakukan karena terkadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada sebesar Rp223 atau 182,79%, dari harga penutupan 25 Februari 2016 di level Rp122 menjadi Rp345 pada penutupan 22 Maret 2016.

“Bursa perlu melakukan suspensi saham INDY di pasar reguler dan pasar tunai mulai 23 Maret 2016 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut,” katanya, seperti dikutip dari Antara.

DIa mengharapkan agar para pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan.

Sebelumnya, saham INDY masuk dalam pencermatan Bursa akibat pola transaksinya yang di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

Sekretaris perusahaan PT Indika Energy Dian Paramita menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam peraturan Bursa.

Ia mengemukakan bahwa seperti yang telah dilaporkan melalui “e-reporting IDX” sebelumnya, perseroan melakukan tender offer pembelian kembali secara tunai atas Notes 2018, sejak 23 November sampai dengan 21 Desember 2015.

“Perseroan tidak melihat tindakan itu berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di BEI dalam beberapa hari ini. Perseroan juga belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi lain dalam waktu dekat yang dapat berakibat terhadap pencatatan saham perseroan, di BEI,” paparnya.
http://market.bisnis.com/read/20160323/190/530845/melonjak-182-bei-suspensi-saham-indy
Sumber : BISNIS.COM

rose KECIL

Jakarta —  PT Bursa Efek Indonesia telah melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham delapan emiten mulai perdagangan sesi I, Rabu (23/3).

Dari delapan perusahaan, satu perusahaan, yakni PT Indika Energy Tbk (INDY), tercatat harga sahamnya meningkat sekitar Rp233 atau Rp182,79%, dari harga penutupan Rp122 per saham pada 25 Februari 2016 menjadi Rp345 pada 22 Maret 2016.

“Kami mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan,” tutur P.H Kadiv Pengawasan Transaksi Zakky Ghufron dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (23/3).

Sementara itu, tujuh perusahaan lainnya adalah PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA), PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW), PT Garda Tujuh Buana Tbk (GBTO), PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP), dan PT Siwani Makmur Tbk (SIMA).

“Adapun status perdagangan hingga 18 Maret 2016 adalah suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya saham INVS yang disuspensi di seluruh pasar,” kata Kepala Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna.

Ia beralasan, suspensi atas tujuh perusahaan karena belum melakukan pembayaran angsuran pertama atau full payment biaya pencatatan tahunan pada 2016 dan denda atas keterlambatan pembayaran biaya pencatatan tahunan 2016.

Bursa melalui surat No. S-00580/BEI.PPU/01-2016 tanggal 29 Januari 2016 perihal Kebijakan Bursa terkait Pembayaran Annual Listing Fee (ALF) Tahun 2016, menetapkan bahwa pembayaran ALF tahun 2016 dapat dilakukan melalui angsuran dengan pembayaran angsuran pertama paling lambat dilakukan 15 Februari 2016.

Mengacu pada butir II.3 Peraturan Nomor I-H tentang Sanksi, dalam hal perusahaan tercatat dikenakan sanksi denda oleh Bursa, maka denda tersebut wajib disetor ke rekening bursa selamat-lambatnya 15 hari kalender terhitung sejak sanksi tersebut dijatuhkan oleh Bursa.

Apabila perusahaan tercatat yang bersangkutan tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut, maka Bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan saham perusahaan tercatat di pasar reguler sampai dengan terpenuhinya kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan dan denda.

“Atas dasar penyebab suspensi tersebut dan mengacu pada peraturan, maka sejak sesi I perdagangan efek pada 23 Maret 2016, Bursa memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementaara perdagangan efek di pasar reguler dan pasar tunai untuk tujuh perusahaan,” tegasnya.

http://www.imq21.com/news/read/354435/20160323/100507/Perdagangan-Delapan-Saham-Disuspensi.html
Sumber : IMQ21.COM

big-dancing-banana-smiley-emoticon

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia tbk (BEI) mencabut penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Irvan Susandy, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI mengatakan, suspensi saham DKFT dan INDY di pasar reguler dan pasar tunai akan dibuka kembali mulai perdagangan sesi I pada, Senin, 21 Maret 2016.

“Suspensi atas perdagangan saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) dan PT Indika Energy Tbk (INDY) di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan efek pada hari Senin, 21 Maret 2016,” tulisnya dalam keterbukaan, Jumat (18/3)

Sebelumnya, otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan saham DKFT di pasar reguler dan pasar tunai pada sesi pertama perdagangan 19 Februari 2016, lantaran mempertimbangkan kelangsungan usaha perseroan atau going concern.

Sementara, saham INDY mulai disuspensi sejak 17 Maret 2016, karena kenaikan harga yang signifikan hingga 123,77% dari harga penutupan Rp 122 pada 25 Februari 2016 menjadi Rp 273 per saham pada tanggal 17 Maret 2016.

harga INDY 080316 202 uma

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

IMQ, Jakarta —  Otoritas Bursa Efek Indonesia saat ini sedang mengawasi perkembangan harga dan aktivitas transaksi saham PT Indika Energy Tbk (INDY).

“Telah terjadi penurunan harga saham ARTI yang di luar kebiasaan dibanding periode sebelumnya (Unusual Market Activity/UMA),” ungkap Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy di Jakarta, Selasa (8/3).

Sehubungan dengan terjadinya UMA ini, BEI mengharapkan para investor untuk memperhatikan jawaban perseroan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasinya.

Di samping itu, investor sebaiknya mengkaji kembali rencana aksi korporasi perseroan apabila rencana itu belum mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Pertimbangkan juga berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” terangnya.

Menurut Irvan, pengumunan UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Author: Irwen Azhari

reaction_1

britama rumour 04/03/2016: 4 MARET 2016 ➝ BERITA
Britama.com – Fund Managers dikabarkan tertarik untuk mengakumulasi saham PT Indika Energy Tbk (INDY).

Hal ini berpeluang mengerek saham produsen batubara ini menuju level Rp350 dalam waktu dekat. Sedangkan ketertarikan pemodal asing terhadap saham INDY dipicu sentimen positif terkait rencana perseroan untuk membeli kembali senior notes senilai Rp600 miliar dan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2×1.000 MW.

Pada perdagangan saham di Bursa efek Indonesia (BEI) kemarin, saham INDY ditutup menguat menjadi Rp138

portofolio KBSU @ krisis 2013 050913blog

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: